Hai trotoar
Para peminta seliweran mencari mangsa dari mangkuk kumal
Ada pula menjadikanmu pembaringan dari penat sahabat debu
Hai trotoar
Dimanapun engkau meletak, sahabatmu kebanyakan bukan kaya
Ada pula sesekali bertegur sapa, jika tempatmu dibuat indah
Hai trotoar
Engkau sekalipun tak memilih penjejak
Dari tapak kulit hingga besi yang melukamu
Hai trotoar
Kau menjadi tempat suci menjejak kaki para pendoa
Entah sampai kapan hingga engkau seharusnya pedestrian



0 komentar:
Post a Comment