Saturday, July 25, 2015

Pembenaran Rasa Kata

Benarkan langkah itu menjadi.
Ibarat tanah tergerus dalam merupa yang menelaah ribuan makna dimuka. Antardiri pun tak menyapa.
Saat temu dalam maya menyapa yang ada enggan rasa mula mengiya tawaran. Bawa ini sekali putus, tautan muka berhadap-hadap mengiringi menari jari di papan menyulam kata. Ya..seperti menemukan satu yang pupus lama, angan berharap mampu merusak lagi, kata.
Tapi apalah terjadi dalam hitungan waktu mengikuti sorak-sorak di rongga yang mulai meleleh asam. Kaku jari tak berkehendak menuruti isi kepala yang berkeinginan menuang untai kata.
Entah apa yang terpikirkan.


0 komentar: