Saturday, May 27, 2006
Friday, May 26, 2006
2 dari 2 coretankoe
Kemerdekaan Semu
Kemerdekaan semu menghinggap
Bukan diraih karena tetes perjuangan
Dengan motto “Sampai Titik Darah Penghabisan”
Atau gelora pembangkit semangat “Rawe-rawe ratas, malang-malang putung”
Entah benar atau tidak ejaan pun ku tak tahu
Kemerdekaan semu dirasa
Bukan karena ingin bebas dari belenggu jajahan
Tapi karena merasa lebih bebas
Entah mengapa...
Bebaskah?
Kemerdekaan...
Yah, itulah istilah yang kuguna
Kemerdekaan yang sebenarnya memalukan
Kemerdekaan yang sebenarnya tak boleh kuulang
Kemerdekaan yang bisa kebablasan
(2005)
(Nubuat Labirin Luka)
Diposting oleh bas andreas di 6:52 AM 0 komentar
Hidup Saat Mati
Mengkerut kering ditelah detik
Dan disana tergambar Nyata yang ada
Menumpah segala jalan
Tak bermakna dilicin porselin
Gemerincing logam berganti gemeretuk
Ketika menjatuhi kerak kering
Telapak kaki yang tinggalkan kesan
Gambaran sejuta nyata dihidup
Kekal hidup dibawa
Mati, habislah cerita
Ceritanya tak habis dimulut cucu
Terus bersambut dari luar garis
Sekarang pun telapak kaki
Tak berujung pangkal diletakkan(2005)
(Nubuat Labirin Luka)
Diposting oleh bas andreas di 6:47 AM 0 komentar
sinar
Sinar berbinar itu terasa mengental
Telak menikam satu sudut yang sebelumnya telah tertanam
Bulat menyeruakan ramah hati yang polos diusianya
Sembari menarik sudut bibir disembulan pipi bulat menggemas
Tahukah? Saat pertama kali kau hirup udara di dunia kujadikan kunci saat ku masuk dunia mayaku
Tak ada yang lebih istimewa dari binar yang terpancar
Hanya itu tapi terus menerpa mata yang menerawang
Hingga akhirnya binar itupun tersangkut dan menjadi bagian dan isi dari hati diluar ragaku
Tahukah? Tak pernah lepas kagum hingga ibaratnya sel darah, binar itu membelah diri berkembang biak
Serasa habis sudah bagian dari gelas yang ditumpahi cat
Kurasa sendiri bahwa gelas itu sudah penuh oleh binar yang pernah ada
Belakangan yang mengisinya pun tak mampu mengganti warna yang dibuat oleh binar itu
Rasa kesal sempat menyeruak, tapi rasa syukur juga menyerta
Karena masih diberikan rasa sebuah panorama keindahan hati layaknya dirasakan manusia
Lalu berlalu mengisah segala cerita
Meski diawal menyadari, namun tetap saja tak kuat di akhir
Tak ada harapan “happy ending” yang diharap saat mula dibuat
Yang ada hanya menyesakkan dada walau disadar sejak pertama
Tahukah? Sesak itu masih ada tapi itu bukan salah siapa-siapa
Keindahan yang ditawarkan lebih dari indah yang pernah singgah
Keceriaan yang dihadirkan lebih merona meski dihiasi pula kemuraman
Semuanya hadir kini hanya dibayang
Binar itu tak mungkin lagi ada untuk didekap
Ia menyeruak dibantin yang kini sulit merasa
Entah karena habis semua dimasa lalu, atau masih enggan melepas binar
Tahukah? Hanya ada istimewa yang ditinggal oleh binar,tak ada cela yang dirasa
Yah..nyaris tak ada cela yang tersisa
Serasi dengan bagian terakhir tanda pengenal sang binar yang diibaratkan logam mulia
Siapapun mendengar sebutan itu,sudah pasti akan menerawang membayangkan keindahan
Sulit ditemukan tapi memiliki aura yang begitu nyata
Binar yang kudapat itu hingga kini tak pernah hilang
Tersimpan rapi dan sewaktu-waktu muncul menggetar hati
Trimakasih atas binar yang masih mau bersinar
Utamanya kesediaan untuk terus berbinar
Diposting oleh bas andreas di 2:48 AM 0 komentar





