Monday, November 13, 2017

Sepotong

Cuma sepotong ini saja
Menghapus keinginan berbulan
Kira sudah rasa membaja
Tetap menendang ditelan

Sepotong saja hari itu
Bukan serombongan merangsek
Misai bergelombang meningkahi semangat
Apalah arti sepotong, pekik pembenar ayun ragu

(basnov17)

Riuh Para Tua

** Jiwa Jiwa Damai

 Lirih suara dari getar bibir
Senyum terpendam di jejeran lipatan kerut
Mata-mata berkata-kata bahasa polos
Seakan ada bisik dari mulut terkatup
“ Beginilah kami mendahului pada zaman tapak akrabi tanah.
Dan kini kalian melihat sisa sisa cerita dari ayunan tangan ”

Sesaji sembah ditutur dari para penghuni lama
Diturunkan berantai hingga satu-satu abadi bumi
Dari mereka yang tersisa seperti ingin berucap
“ Ini tinggalah kami. Membagi cerita kenangan para moyang kalian “

Riuh ini riuh ketenangan
Mereka saksi jika saatnya dimintai cerita
Mereka saksi goresan ketentraman di sinar mata
Mereka menitipkan pesan damai untuk hidup diketenangan

Mereka tak mencari kemewahan
Mereka bukan mewariskan niat rakus
Mereka mengajarkan sikap bersahaja

Para tua-tua membunyikan riuh khas
Pelan tapi simpan sejumlah makna
Para tua-tua sedia menemani
Beri tahu penerus kampung cerita kerut keriput mereka
Para tua-tua menitip karya dari rasa syukur


(basnov17)

Thursday, November 09, 2017

Sahabat Mama

** Bahasa Kanak

Lembut belai mama lagi hari ini
Kemarin juga begitu
Masih terasa di hati
Buat tunduk bak daun layu

Lembut belai lembut kata
Mengiang mengajak terus sadar
Mengingatkan laku ditata
Biar punya juga hati sabar

Aku juga sahabat mama
Berbagilah beban walau tak kumengerti
Aku juga sahabat mama
Ingin dan kan selalu mau mendengar nasehat hidup
Aku juga sahabat mama
Bentanglah hati untuk keras mauku
Aku juga sahabat mama
Tak disebutpun pasti ada di sana pintu untuk maaf

(basnov17)

Tuesday, November 07, 2017

Ini Aku Pa, Ma

** Bahasa Kanak

Aku lihat papa di meja tamu
Jarinya menari, lalu hhmm
Menganggukkan kepala, trus kerut
Kakinya goyang-goyang, duk duk duk
Bersama buku, mesin dan bunyi klik
Mata papa tatap tajam

Aku lihat mama di meja dapur
Kertas dan pena bersamanya
Topang kepala, topang dagu, iissshh
Bibir dikulum lalu..tjeck..tjeck
Mata mama bulat binar

Aku lihat pensil crayon baring
Dia sendiri dekat dinding
Aku ajak berteman aahh..
Papa sibuk sudah punya teman
Mama juga asyik dengan temannya

Pa, Ma, aku di sini ya….
….Hanya diam ya
Ini aku Pa, Ma…
….Juga diam ya
Sudahlah, aku dan pensil crayon main dinding ya…
Sreet…sreet…sreeeettt

(Basnov17)

Kupu-Kupu Kecil

** Bahasa Kanak

 Pa, Ma, dia terbang pelan-pelan
Semalam dia sendirian
Semalam tiada temannya
Semalam dia hinggap dimana-mana
Semalam mungkin dia sedih

Pa, Ma, bawa dia padaku
Jadikan kami teman
Jadikan kami satu

Aku ingin jadi penjaga sayap rapuhnya
Aku ingin dia hibur saat aku rapuh

Kupu-kupu kecil, dengarkah dirimu
Kupu-kupu kecil, dekatlah
Sama-sama kita warnai abu-abu ini

(Basnov17)

Bangga Papa

** Bahasa Kanak

Papa…
Papa…
Di sini, aku di sini Papa
Main putar-putar Pa

Aku dengar suara Papa di situ
Aku tahu Papa di situ
Kemarilah, tertawa bersamaku
Ajari berteman karena aku tak hidup sendiri

Papa dimana
Jangan jauh-jauh dariku
Karena aku tahu Papa berjuang untukku
Aku mau nanti Papa di sampingku
Jadi pembimbingku
Jangan jauh ya Papa
Bertemu nanti bisikkan bangga papa padaku

(Basnov17)

Monday, November 06, 2017

Senyum Mama


** Bahasa Kanak

Mama, di sini gelap Mama
Aku mau berani, Mama
Aku mau tegar, Mama
Mama, aku ingin kuat, Ma

Ini tanganku, sentuh Ma
Biar aku tahu Mama setia menjaga aku
Ini kepalaku, usap Ma
Biar aku hormat kalau kita nanti bertemu
Ini dadaku, tepuk lembut Ma
Biar aku tahu Mama selalu ada untukku
Ini kakiku, nanti ajarkan berlari Ma
Biar aku bisa kejar mimpiku

Ma, di sini gelap
Pas ketemu, senyum ya Ma
Senyum Mana jadi terangku
Senyum Mama petunjukku
Senyum Mama buat aku tahu Mama pertaruhkan jiwa untukku

(Basnov17)

Perigi Dewa

** Jiwa Jiwa Damai

Hoooaa….
Hoooaa….
Aiyo, hoooaa….

Aku teriak berbisik karena kutahu ia tak membalik
Teriakku mencari persinggahan yang didengar ranting dan bunga putat bertaburan
Hembusan desah menghilang sekelebat tanpa dihirau pembunyi lain

Aku memilih senyap karena sang jujur mengaku bergidik
Meresap aroma melegakan ruang hati di atas permadani berpercik
Ribuan si pembilang tak terhitung dikandungnya
Derap mereka senyap merata pandang

Berada berseliweran hadir di tengah barisan tertiup angin
Huah…seluas rasa hati tersandung batu
Huah…luruh semua yang disandang

Di sini pembuang beban
Di sini wadah buangan
Bagi yang bertemu cadas seharianan
Di perigi dewa membasuhnya
Mencurah rasa kala dipan tak bisa

(basnov17)

Thursday, November 02, 2017

Cerita Satu Beranda


Kawan
Aku melihatmu lewat beranda di jendela
Kau seperti menggerutu
Menampakkan urat kening
Lalu lalang isi kepala dan hatimu siap beradu

Kawan
Aku pernah juga sepertimu
Sampai aku melontar tanya
Apakah benar dari hati
Kepada diri
Kepadanya-kepadanya

Aku tak mencelamu
Cemooh pun aku tak ingin
Tapi kawan
Mari kita menyeberang ke sana
Sejenak merasa
Sejenak pikir seperti mereka

Kawan
Terbanglah, kau tentu akan menyingkirkan awan gelap
Berenanglah, kau tentu akan meredakan gelombang badai
Berjalanlah, kau tentu akan memadamkan api gunung

Aku juga pasti sepertimu
Tapi kawan
Aku mengajakmu sejenak menyeberang
Supaya tak ada kata-kata busuk ketika kita tak lagi seperti sekarang

Bukan ku tak mencintainya kawan
Aku mengaguminya karna ku tak tahu dimana batas cinta
Ya.
Sebatas mengagumi
Entahlah bisakah
Sebatas cinta
Dimana batas cinta
Bisakah cinta berbatas
Apa yang lebih dari cinta
Karna di situ mungkin batas cinta
Dan bisa menjadi
Sebatas cinta saja
Tidak lebih dari cinta

Kawan
Aku tak ingin ada sebatas kawan, karna kuingin sodara
Aku tak ingin sebatas suka, karna kuingin memujamu
Kuingin seperjuangan di garis depan ini tetap berlaku
Tak lekang dibeda seberang karna urat kening beda lekuk

Maka
Sejenak saja, sejenak kita menyeberang
Sedikit kita mengisahkan mereka untuk menghapus kecamuk hati dan pikir

Kawan
Aku melihatmu lewat beranda di jendela
Izinkan aku menghapus gerutumu
Izinkan aku mengusap urat keningmu
Izinkan aku meringankan kepala dan hatimu yang siap beradu

(basnov17)