** Jiwa Jiwa Damai
Lirih suara dari getar bibir
Senyum terpendam di jejeran lipatan kerut
Mata-mata berkata-kata bahasa polos
Seakan ada bisik dari mulut terkatup
“ Beginilah kami mendahului pada zaman tapak akrabi tanah.
Dan kini kalian melihat sisa sisa cerita dari ayunan tangan
”
Sesaji sembah ditutur dari para penghuni lama
Diturunkan berantai hingga satu-satu abadi bumi
Dari mereka yang tersisa seperti ingin berucap
“ Ini tinggalah kami. Membagi cerita kenangan para moyang
kalian “
Riuh ini riuh ketenangan
Mereka saksi jika saatnya dimintai cerita
Mereka saksi goresan ketentraman di sinar mata
Mereka menitipkan pesan damai untuk hidup diketenangan
Mereka tak mencari kemewahan
Mereka bukan mewariskan niat rakus
Mereka mengajarkan sikap bersahaja
Para tua-tua membunyikan riuh khas
Pelan tapi simpan sejumlah makna
Para tua-tua sedia menemani
Beri tahu penerus kampung cerita kerut keriput mereka
Para tua-tua menitip karya dari rasa syukur
(basnov17)



0 komentar:
Post a Comment