** Bahasa Kanak
Aku menitipkan matahari kepada
tiang-tiang kelapa
Kusimpan panasnya di balik pelepah daun
Padahal ingin aku menggendongnya walau haus mengintip
Kusimpan panasnya di balik pelepah daun
Padahal ingin aku menggendongnya walau haus mengintip
Ilalang rindukah kau pada telapak
kaki
Karena aku inginnya mendekapmu di dada
Ini kulit menyimpan wangi terik rela kau toreh
Karena aku inginnya mendekapmu di dada
Ini kulit menyimpan wangi terik rela kau toreh
Hooee...!
Guntur meloncat-loncat dari dinding ke dinding
Bergema melewati jalan hitam beraspal
Dia terbang dari pintu gua merah marun
Terpeleset di atas porselin putih yang masih kokoh terpasang
Menyeruak diantara lembaran tirai hitam yang menari
Guntur meloncat-loncat dari dinding ke dinding
Bergema melewati jalan hitam beraspal
Dia terbang dari pintu gua merah marun
Terpeleset di atas porselin putih yang masih kokoh terpasang
Menyeruak diantara lembaran tirai hitam yang menari
Sungguh aku gentar tapi tak
bergidik
Sang mata masih kupasang besar tegar
Bukanku ingin menghadang rangkaian guntur
Itu hanya perlu tahu, sebesar apakah awan hitam
Jadi aku tahu, harus secepat petir atau masih bisa berdendang pulang
Karena bertanya kenapa, aku tahu sebabnya
Daripada gelegar guntur tiba lagi
Sang mata masih kupasang besar tegar
Bukanku ingin menghadang rangkaian guntur
Itu hanya perlu tahu, sebesar apakah awan hitam
Jadi aku tahu, harus secepat petir atau masih bisa berdendang pulang
Karena bertanya kenapa, aku tahu sebabnya
Daripada gelegar guntur tiba lagi
Aku menitipkan matahari di balik
awan
Sampai selaksa pasukan langit menghampiri
Berebutan membuat gaduh yang ramai
Sampai selaksa pasukan langit menghampiri
Berebutan membuat gaduh yang ramai
Aku enggan bertanya karena mungkin
jawabnya tidak
Aku memasang saja senyum ceria dengan tangan bermain tepi baju
"Papa, mandi di luar ya..", meski disitu bukan maksud
Aku memasang saja senyum ceria dengan tangan bermain tepi baju
"Papa, mandi di luar ya..", meski disitu bukan maksud
Aku tak ingin senyum, karena banyak
makna
Aku tak ingin kata-kata untuk dapatkan tidak
Aku tak ingin kata-kata untuk dapatkan tidak
Aku menunggu angguk
Sekali dan pelan
Aku menunggu kedip mata lembut
Sekali dan pelan
Aku menunggu kedip mata lembut
Dengan alis terangkat pelan
Cukup...
Itu cukup...
Sangat cukup membuat tubuh melesat mengikuti senang hati
Itu cukup...
Sangat cukup membuat tubuh melesat mengikuti senang hati
Papa...
Gelegar petir akan kalah dari angguk kepalamu
Sergap pasukan langit jadi seperti sapuan bedak
Mari...
Kita basuh yang mengotori hari-hari kita
Gelegar petir akan kalah dari angguk kepalamu
Sergap pasukan langit jadi seperti sapuan bedak
Mari...
Kita basuh yang mengotori hari-hari kita
Aku ingin disitu
Disampingmu
Masuk duniaku
Melingkariku
Disampingmu
Masuk duniaku
Melingkariku
(BasFeb2020)


