Tiga serdadu di bawah tiang
kayu
Tiga serdadu memegang tombak
Tiga serdadu baju perang melekat indah
Tiga serdadu terlihat tegap perkasa
Tiga serdadu atur susun tempat
Tiga serdadu itu pangkat berbeda.... tampak nya...
Karena satu beda gaya, mungkin asal usul berlainan.
Aaii..Sudahlah...
Satu serdadu itu memang tampil wibawa
Angkuh pun ada tersirat dengan tatap mata menyimpan lembut
Garis muka itu pun garis muka menahan senyum seorang bangsawan
Kau serdadu hanya kulit wajah saja terbuka
Ujung rambut sampai jari kaki terbalut baju kebesaran orang kaya
Mungkin masa itu nyamuk pun enggan tawa ria
Jera karena yang dihinggapi seperti batu susah terluka
Kunobatkan kau pemimpin dua serdadu
Mungkin bajumu buatku memutus
Satu serdadu lagi tak kalah wibawa
Tapi tampangmu mengesankan keras bercampur tegas ksatria
Daging tubuhmu jadi cukup bukti soal tempaan yang didapat
Kau seperti dihadirkan kasar tak berbelas kasih
Kulitmu hanya dilindungi bagian pentingnya
Kusematkan lembing menemanimu berperisai
Jagalah pemimpin tempatmu
Satu serdadu terakhir tak menarik hati perdana tiba
Kau hadir berwajah lembut meski tubuhmu tampil kerasnya
Rupawan rupamu dengan senyum manis bak anak manusia mentah perang
Dan serdadu...
Itu...
Itu tameng bukan penopang tubuh lelah
Itu tombak bukannya galah pengambil buah
Tempatmu diatur tak jauh dari dua rekanmu
Bersama di bawah tiang kayu
Berperan mengawasi tiang kayu
Tiang kayu itu
Tiang kayu salib
Aahh…bukan karakter kalian hendak kubongkar
Aku hendak mengisah kalian dalam ceritaku sendiri
Tapi ragu berkibar
Sebab, pernah kunikmati naskah tersusun
Bahwa kalian sejatinya ada dikisahkan
Sejenak jari berhenti mengokang gerak
Diam...
Dangkal kau...
Ejek pada diri
Beruntung naskah bentuknya coretan
Kuletakkan saja pada satu kisah yang ada
Lalu…
Ini yang kudapat
Kuteruskan padamu
Kubagikan padamu
Kuceritakan untukmu
Longinus
Perwira centurion
Ia yang menikam lambung
Menerima penyembuhan sakit mata dari darah dan air
Longinus dan dua anak buah
Menolak godaan uang suap
Menolak diam tentang mukjizat
Longinus percaya pada juru selamat
Mereka menerima baptis
Mereka meninggalkan dinas militer
Longinus tinggalkan Yudea
Bersama dua rekannya ke Kapadokia
Mereka mengisah peristiwa Bukit Golgota
Mereka dicari
Mereka tak disenangi
Mereka menunjukkan iman yang kuat
Mereka mau menderita
Mereka martir suci
Longinus...
Hanya kepalanya dibawa
Longinus
Kepalanya dilempar ke atas tumpukan sampah di luar tembok
Longinus teks apokripa
Tombakmu pun bawa kisah-kisah
Lancea et Clavus Domini
Satu nama di satu kisah dari ragam lain
Longinus dan dua prajurit di dioramaku
Tiga serdadu itu sebuah cerita kasih pula
Longinus sang santo
Semoga iman semakin diperteguh
(BasFeb2020)
Tiga serdadu memegang tombak
Tiga serdadu baju perang melekat indah
Tiga serdadu terlihat tegap perkasa
Tiga serdadu atur susun tempat
Tiga serdadu itu pangkat berbeda.... tampak nya...
Karena satu beda gaya, mungkin asal usul berlainan.
Aaii..Sudahlah...
Satu serdadu itu memang tampil wibawa
Angkuh pun ada tersirat dengan tatap mata menyimpan lembut
Garis muka itu pun garis muka menahan senyum seorang bangsawan
Kau serdadu hanya kulit wajah saja terbuka
Ujung rambut sampai jari kaki terbalut baju kebesaran orang kaya
Mungkin masa itu nyamuk pun enggan tawa ria
Jera karena yang dihinggapi seperti batu susah terluka
Kunobatkan kau pemimpin dua serdadu
Mungkin bajumu buatku memutus
Satu serdadu lagi tak kalah wibawa
Tapi tampangmu mengesankan keras bercampur tegas ksatria
Daging tubuhmu jadi cukup bukti soal tempaan yang didapat
Kau seperti dihadirkan kasar tak berbelas kasih
Kulitmu hanya dilindungi bagian pentingnya
Kusematkan lembing menemanimu berperisai
Jagalah pemimpin tempatmu
Satu serdadu terakhir tak menarik hati perdana tiba
Kau hadir berwajah lembut meski tubuhmu tampil kerasnya
Rupawan rupamu dengan senyum manis bak anak manusia mentah perang
Dan serdadu...
Itu...
Itu tameng bukan penopang tubuh lelah
Itu tombak bukannya galah pengambil buah
Tempatmu diatur tak jauh dari dua rekanmu
Bersama di bawah tiang kayu
Berperan mengawasi tiang kayu
Tiang kayu itu
Tiang kayu salib
Aahh…bukan karakter kalian hendak kubongkar
Aku hendak mengisah kalian dalam ceritaku sendiri
Tapi ragu berkibar
Sebab, pernah kunikmati naskah tersusun
Bahwa kalian sejatinya ada dikisahkan
Sejenak jari berhenti mengokang gerak
Diam...
Dangkal kau...
Ejek pada diri
Beruntung naskah bentuknya coretan
Kuletakkan saja pada satu kisah yang ada
Lalu…
Ini yang kudapat
Kuteruskan padamu
Kubagikan padamu
Kuceritakan untukmu
Longinus
Perwira centurion
Ia yang menikam lambung
Menerima penyembuhan sakit mata dari darah dan air
Longinus dan dua anak buah
Menolak godaan uang suap
Menolak diam tentang mukjizat
Longinus percaya pada juru selamat
Mereka menerima baptis
Mereka meninggalkan dinas militer
Longinus tinggalkan Yudea
Bersama dua rekannya ke Kapadokia
Mereka mengisah peristiwa Bukit Golgota
Mereka dicari
Mereka tak disenangi
Mereka menunjukkan iman yang kuat
Mereka mau menderita
Mereka martir suci
Longinus...
Hanya kepalanya dibawa
Longinus
Kepalanya dilempar ke atas tumpukan sampah di luar tembok
Longinus teks apokripa
Tombakmu pun bawa kisah-kisah
Lancea et Clavus Domini
Satu nama di satu kisah dari ragam lain
Longinus dan dua prajurit di dioramaku
Tiga serdadu itu sebuah cerita kasih pula
Longinus sang santo
Semoga iman semakin diperteguh
(BasFeb2020)



0 komentar:
Post a Comment