Wednesday, December 06, 2017

Peluk Tangan Tegap

** Bahasa Kanak


Tangan itu tangan tegap
Tangan yang menahan serbuan penghalang dan pengacau
Tangan yang punya cerita menjadi kokoh
Tangan yang selalu kupeluk sebagai perisaiku

Tangan itu tangan yang kuat
Mampu menopangku segala waktu
Tangan itu tegap dan hangat
Tempatku menyandarkan kepala mengantung dagu
Tempat titik air mata meleleh waktu kutakut
Tangan tegap itu ada waktu kubutuh kekuatan
Tangan terbuka siap menampung keluh kesahku

Tangan tegap itu selalu siap memeluk, menentramkan dan terdengar suara,”Iya nak, iya sayang, ini papa nak”

(basdes17)

Monday, November 13, 2017

Sepotong

Cuma sepotong ini saja
Menghapus keinginan berbulan
Kira sudah rasa membaja
Tetap menendang ditelan

Sepotong saja hari itu
Bukan serombongan merangsek
Misai bergelombang meningkahi semangat
Apalah arti sepotong, pekik pembenar ayun ragu

(basnov17)

Riuh Para Tua

** Jiwa Jiwa Damai

 Lirih suara dari getar bibir
Senyum terpendam di jejeran lipatan kerut
Mata-mata berkata-kata bahasa polos
Seakan ada bisik dari mulut terkatup
“ Beginilah kami mendahului pada zaman tapak akrabi tanah.
Dan kini kalian melihat sisa sisa cerita dari ayunan tangan ”

Sesaji sembah ditutur dari para penghuni lama
Diturunkan berantai hingga satu-satu abadi bumi
Dari mereka yang tersisa seperti ingin berucap
“ Ini tinggalah kami. Membagi cerita kenangan para moyang kalian “

Riuh ini riuh ketenangan
Mereka saksi jika saatnya dimintai cerita
Mereka saksi goresan ketentraman di sinar mata
Mereka menitipkan pesan damai untuk hidup diketenangan

Mereka tak mencari kemewahan
Mereka bukan mewariskan niat rakus
Mereka mengajarkan sikap bersahaja

Para tua-tua membunyikan riuh khas
Pelan tapi simpan sejumlah makna
Para tua-tua sedia menemani
Beri tahu penerus kampung cerita kerut keriput mereka
Para tua-tua menitip karya dari rasa syukur


(basnov17)

Thursday, November 09, 2017

Sahabat Mama

** Bahasa Kanak

Lembut belai mama lagi hari ini
Kemarin juga begitu
Masih terasa di hati
Buat tunduk bak daun layu

Lembut belai lembut kata
Mengiang mengajak terus sadar
Mengingatkan laku ditata
Biar punya juga hati sabar

Aku juga sahabat mama
Berbagilah beban walau tak kumengerti
Aku juga sahabat mama
Ingin dan kan selalu mau mendengar nasehat hidup
Aku juga sahabat mama
Bentanglah hati untuk keras mauku
Aku juga sahabat mama
Tak disebutpun pasti ada di sana pintu untuk maaf

(basnov17)

Tuesday, November 07, 2017

Ini Aku Pa, Ma

** Bahasa Kanak

Aku lihat papa di meja tamu
Jarinya menari, lalu hhmm
Menganggukkan kepala, trus kerut
Kakinya goyang-goyang, duk duk duk
Bersama buku, mesin dan bunyi klik
Mata papa tatap tajam

Aku lihat mama di meja dapur
Kertas dan pena bersamanya
Topang kepala, topang dagu, iissshh
Bibir dikulum lalu..tjeck..tjeck
Mata mama bulat binar

Aku lihat pensil crayon baring
Dia sendiri dekat dinding
Aku ajak berteman aahh..
Papa sibuk sudah punya teman
Mama juga asyik dengan temannya

Pa, Ma, aku di sini ya….
….Hanya diam ya
Ini aku Pa, Ma…
….Juga diam ya
Sudahlah, aku dan pensil crayon main dinding ya…
Sreet…sreet…sreeeettt

(Basnov17)

Kupu-Kupu Kecil

** Bahasa Kanak

 Pa, Ma, dia terbang pelan-pelan
Semalam dia sendirian
Semalam tiada temannya
Semalam dia hinggap dimana-mana
Semalam mungkin dia sedih

Pa, Ma, bawa dia padaku
Jadikan kami teman
Jadikan kami satu

Aku ingin jadi penjaga sayap rapuhnya
Aku ingin dia hibur saat aku rapuh

Kupu-kupu kecil, dengarkah dirimu
Kupu-kupu kecil, dekatlah
Sama-sama kita warnai abu-abu ini

(Basnov17)

Bangga Papa

** Bahasa Kanak

Papa…
Papa…
Di sini, aku di sini Papa
Main putar-putar Pa

Aku dengar suara Papa di situ
Aku tahu Papa di situ
Kemarilah, tertawa bersamaku
Ajari berteman karena aku tak hidup sendiri

Papa dimana
Jangan jauh-jauh dariku
Karena aku tahu Papa berjuang untukku
Aku mau nanti Papa di sampingku
Jadi pembimbingku
Jangan jauh ya Papa
Bertemu nanti bisikkan bangga papa padaku

(Basnov17)

Monday, November 06, 2017

Senyum Mama


** Bahasa Kanak

Mama, di sini gelap Mama
Aku mau berani, Mama
Aku mau tegar, Mama
Mama, aku ingin kuat, Ma

Ini tanganku, sentuh Ma
Biar aku tahu Mama setia menjaga aku
Ini kepalaku, usap Ma
Biar aku hormat kalau kita nanti bertemu
Ini dadaku, tepuk lembut Ma
Biar aku tahu Mama selalu ada untukku
Ini kakiku, nanti ajarkan berlari Ma
Biar aku bisa kejar mimpiku

Ma, di sini gelap
Pas ketemu, senyum ya Ma
Senyum Mana jadi terangku
Senyum Mama petunjukku
Senyum Mama buat aku tahu Mama pertaruhkan jiwa untukku

(Basnov17)

Perigi Dewa

** Jiwa Jiwa Damai

Hoooaa….
Hoooaa….
Aiyo, hoooaa….

Aku teriak berbisik karena kutahu ia tak membalik
Teriakku mencari persinggahan yang didengar ranting dan bunga putat bertaburan
Hembusan desah menghilang sekelebat tanpa dihirau pembunyi lain

Aku memilih senyap karena sang jujur mengaku bergidik
Meresap aroma melegakan ruang hati di atas permadani berpercik
Ribuan si pembilang tak terhitung dikandungnya
Derap mereka senyap merata pandang

Berada berseliweran hadir di tengah barisan tertiup angin
Huah…seluas rasa hati tersandung batu
Huah…luruh semua yang disandang

Di sini pembuang beban
Di sini wadah buangan
Bagi yang bertemu cadas seharianan
Di perigi dewa membasuhnya
Mencurah rasa kala dipan tak bisa

(basnov17)

Thursday, November 02, 2017

Cerita Satu Beranda


Kawan
Aku melihatmu lewat beranda di jendela
Kau seperti menggerutu
Menampakkan urat kening
Lalu lalang isi kepala dan hatimu siap beradu

Kawan
Aku pernah juga sepertimu
Sampai aku melontar tanya
Apakah benar dari hati
Kepada diri
Kepadanya-kepadanya

Aku tak mencelamu
Cemooh pun aku tak ingin
Tapi kawan
Mari kita menyeberang ke sana
Sejenak merasa
Sejenak pikir seperti mereka

Kawan
Terbanglah, kau tentu akan menyingkirkan awan gelap
Berenanglah, kau tentu akan meredakan gelombang badai
Berjalanlah, kau tentu akan memadamkan api gunung

Aku juga pasti sepertimu
Tapi kawan
Aku mengajakmu sejenak menyeberang
Supaya tak ada kata-kata busuk ketika kita tak lagi seperti sekarang

Bukan ku tak mencintainya kawan
Aku mengaguminya karna ku tak tahu dimana batas cinta
Ya.
Sebatas mengagumi
Entahlah bisakah
Sebatas cinta
Dimana batas cinta
Bisakah cinta berbatas
Apa yang lebih dari cinta
Karna di situ mungkin batas cinta
Dan bisa menjadi
Sebatas cinta saja
Tidak lebih dari cinta

Kawan
Aku tak ingin ada sebatas kawan, karna kuingin sodara
Aku tak ingin sebatas suka, karna kuingin memujamu
Kuingin seperjuangan di garis depan ini tetap berlaku
Tak lekang dibeda seberang karna urat kening beda lekuk

Maka
Sejenak saja, sejenak kita menyeberang
Sedikit kita mengisahkan mereka untuk menghapus kecamuk hati dan pikir

Kawan
Aku melihatmu lewat beranda di jendela
Izinkan aku menghapus gerutumu
Izinkan aku mengusap urat keningmu
Izinkan aku meringankan kepala dan hatimu yang siap beradu

(basnov17)

Monday, October 23, 2017

Sekisah di Lubuk

** Jiwa Jiwa Damai

Mereka tenang menatap riak dari atas beranda kayu
Dari situ pula merenda cahaya hari hari di atas papan bergeretak
Sekisah lagi di lubuk dengan tongkat berderit dirunut
Menata barisan duta-duta kerajaan air
Menempanya, memberi wajah baru

Sekisah dari mereka yang menenun awan
Mengandalkan kemurahan hati dari kehendak rakus
Ketika tiba saatnya
Lagi
Salam perpisahan bisu diucap
Salam perjumpaan juga dilontar
Semusim mereka akrab
Satu musim lain melambaikan tangan

Lubuk sutradra mereka
Memainkan kisah bersamanya
Membuatnya sejengkal dirasa depa
Saling mempaut nurani  
Tak lepaskan sulam batin
Tak kendor rajut kasih
Memisah paksa mereka, jadi satu kejahatan perang

(basokt2017)

Demi Takdir Nafas


**Jiwa Jiwa Damai

Gelegak bergaul riak berbunyi tercabik
Nafas nafas beralun berat menghentak
Menyambungnya dari rangkai musim yang disepakati

Gelegak bergumul riak berulang hinggap memercik
Menyirami jantung kencang mendetak
Merangkainya membentuk benteng yang terberkati

Dari tempatku mengira bentuk kala meracik
Penimbul gelegak gesit menjari yang berontak
Menarik senyum pulang menjinjing yang dirahmati

Ah…mereka menjawab tatap dan harap
Ah…semata bukan penyambung nafas
Ah…ada tekad lestari karma itulah harap takdirnya

Teduh Petuah


**Jiwa Jiwa Damai


Jiwa jiwa melangkah ringan
Jiwa jiwa menjemput hangat
Jiwa jiwa tersenyum di kedamaian

Damai jiwa seberang sungai melintasi arus tenang
Mengajak larut
Membawa bersuka syukur
Mengangkat puja
Menjunjung tabik tinggi

Damai jiwa seberang sungai dalam kesukaan
Setia hadir dari memelihara pesan petuah
Menjadikannya warisan mulia leluhur
Menjadikannya penerang bagi kemurungan
Menghadirkan ketenangan
Menjadikan nafas irama perjalanan hidup

(basokt2017)

Saturday, October 21, 2017

Jiwa Jiwa Damai


Jiwa jiwa damai kusebut
Jiwa jiwa damai kunamai
Jiwa jiwa damai tak kalut
Jiwa jiwa damai tak dinodai

Jiwa jiwa damai aku damai
Jiwa jiwa damai aku tenang
Jiwa jiwa damai hatiku ramai
Jiwa jiwa damai jiwaku senang

Jiwa damai memayungi matahari memanggil sahabat hari dalam keteduhan
Jiwa damai menyelimuti bulan menawarkan tulus diatas keramahan

Membekas
Terpatri
Dikenang
Terceritakan
Ingin rasanya kembali


(basokt17)

Wednesday, October 18, 2017

Manusia 2000

73 tahunan dari 1900
Jangan bilang dari Bakulpura
Apalagi dari Permia dimana Pangaea dan Panthalassa masih satu-satunya
Awal tak numpang menafas
Awal mulanya kumpul dosa
Dari situ mereka mulai

Aku hanya mereka
Mereka hanya dari lembar tak terpakai hasil alih kekuasaan
Mereka seperti apakah
Mereka yang nantinya sepertiku
Maaf Penguasa Alam
Tak maksud mendului
Karna aku mereka
Mereka yang menghayal

Aku menurunkan pada abad 2000 yang akan meneruskan untuk babak lanjutan
Tuhan berkatilah

Usai Yang Tersisa

Usai dengan raungan melumurinya
Usai jemari sempat nakal menjentiknya
Usai menghentak jenjang tubuhnya
Usai dengan lelah dialunannya
Usai berjam-jam bersamanya
Usai angkasa berganti tempat dengannya

Yang tersisa dengung
Yang tersisa penat
Yang tersisa kebas
Yang tersisa bingung
Yang tersisa ayunan berat
Yang tersisa perasaan bebas

Malam menjadi temannya
Malam merupa kerubung di mukaku
Malam saksi kami tanya hati yang tercecer

Entah bagaimana dahulu kau bergumul
Entah bagaimana dahulu kau menyatu dengan tangis usia tahunan
Entah bagaimana dahulu kau jadi tempat pembaringan mereka

Kau permudah mereka
Kau jadi alat mereka
Kau seperti sekutu bagi mereka
Kau pun terancam
Kau bisa jadi hilang

Aku hanya mampu menebar mata
Aku hanya bisa bertanya
Aku hanya mampu menyambung hati karna kuasaku ujung kuku semata

Hulu satu ini jumpa
Hulu satu sisi ini asal
Hulu satu pada sisi ini nafas

Kawan Satu Hulu Sungai

Aku ditunggui
Sisa keanggunan tak bisa sembunyi
Menyimpan belahan-belahan kisah dari parutan hati yang diselubungi

Aku diselimuti dengan pandang matanya
Menyapa dengan menyatu bibirnya
Melarutkan khayalan tentang penguasa yang pernah ditemaninya

Sapanya masih tenang
Sorotnya tetap dingin

Aku masih ditunggui
Sampai kutarik peluknya membayar penat
Sampai ku tak tahu lakon yang berlaku

Begitu rupanya kau di sini
Begitu rasanya manjamu di sini
Begitu lakumu di sini

Kau enggan berontak
Kau pasrah dicabik
Kau bisu dengan caramu
Kau buat aku menekuk terkatup bingung berkata

Kujumpai dia pada hulu sungai
Kujumpai dia tanpa riuh cerita
Kujumpai dia di sisa para perkasa rimba

Sapanya masih tenang
Sorotnya tetap dingin
Sampai kutemui hangat matahari di pinggir danau

Tuesday, October 10, 2017

Hari Ini E-Dre


Anakku…
Kuajarkan kau baca puisi biarpun baru kenal abjad
Agar anakku….
Kamu bisa dan….
Kamu mengerti serta….
Kamu piawai….
Memberi nyawa pada kata-kata saat berkalimat
Mengisi makna pada kata-kata saat berkalimat
Mungkin berguna bagi kau nanti
Terlihat bersungguh-sungguh berkata
Terkesan yakin saat berkata
Tampak benar walau sedang dusta berkata

(Okt17)

Thursday, March 02, 2017

Bunyi dari Dalam Tempurung

Ini bunyi
Bunyi sumbang
Yang dibuat dari dangkalnya bekal

Itu bunyi
Yang hanya sesekali dikumandakan
Ketika ada yang melintas

Ia pun dikumandangkan di dalam tempurung
Adapula rasa ingin tak hanya bunyi dari tempurung
Ingin merasa bunyi itu dikenali asalnya

Ia hanya satu jenis bunyi
Jangan tanyakan alasan ia sumbang
Tak perlu menambah bunyi jenis lain sehingga ribut
Apalagi menyoal ia cuma berbunyi di dalam tempurung

Ini bunyi sesukanya
Bunyi yang cuma tersenyum saja kala ada salah menerka  


------- Bas 2Mar17

Saturday, January 28, 2017

Hati Kecil

Wahai hati besar, hati kecil, hati nurani
Di dalam manakah dirimu ?
Karna masih ada lagi kata lubuk hati terdalam

Friday, January 20, 2017

Si Renta

Mudah kutemukan lelaki keriput, beruban, langkah tertatih dimakan usia masih menikmati riuhnya kehidupan
Tak sulit menjumpai wanita yang cantik kemayunya terkikis waktu puluhan tahun masih terkekeh ceria
Tapi dimana kakek atau nenek yang dulunya bertukar alam

Mereka yang mengubah status kelamin kemanakah saat waktu terus menggerogoti sisa hidup

Karena kalau hidup mereka lebih baik, baik adanya mengikuti jejak seperti itu
Toh sudah tua, apa yang menarik
Kan telah renta, sampai merasakan nikmat dari kelamin saja tentu berkurang

Tua renta bukan pilihan
Mati muda juga menunjuk pada satu jalan
Nasib hidup

Jadi kalau begitu
Apakah pilihan itu?

Hidup enak mati sakit
Hidup sakit mati enak
Hidup susah mati susah
Hidup nyaman mati nyaman

Renta usia renta tubuh
Lukisan alam di kulit jadi wakil gambaran jauhnya perjalanan hidup
Gambaran yang tak hirau apapun status
Dari kau aku yang mungkin nanti penyandang panggilan si renta
(12nov2016)