Monday, October 23, 2017

Demi Takdir Nafas


**Jiwa Jiwa Damai

Gelegak bergaul riak berbunyi tercabik
Nafas nafas beralun berat menghentak
Menyambungnya dari rangkai musim yang disepakati

Gelegak bergumul riak berulang hinggap memercik
Menyirami jantung kencang mendetak
Merangkainya membentuk benteng yang terberkati

Dari tempatku mengira bentuk kala meracik
Penimbul gelegak gesit menjari yang berontak
Menarik senyum pulang menjinjing yang dirahmati

Ah…mereka menjawab tatap dan harap
Ah…semata bukan penyambung nafas
Ah…ada tekad lestari karma itulah harap takdirnya

0 komentar: