Wednesday, October 18, 2017

Kawan Satu Hulu Sungai

Aku ditunggui
Sisa keanggunan tak bisa sembunyi
Menyimpan belahan-belahan kisah dari parutan hati yang diselubungi

Aku diselimuti dengan pandang matanya
Menyapa dengan menyatu bibirnya
Melarutkan khayalan tentang penguasa yang pernah ditemaninya

Sapanya masih tenang
Sorotnya tetap dingin

Aku masih ditunggui
Sampai kutarik peluknya membayar penat
Sampai ku tak tahu lakon yang berlaku

Begitu rupanya kau di sini
Begitu rasanya manjamu di sini
Begitu lakumu di sini

Kau enggan berontak
Kau pasrah dicabik
Kau bisu dengan caramu
Kau buat aku menekuk terkatup bingung berkata

Kujumpai dia pada hulu sungai
Kujumpai dia tanpa riuh cerita
Kujumpai dia di sisa para perkasa rimba

Sapanya masih tenang
Sorotnya tetap dingin
Sampai kutemui hangat matahari di pinggir danau

0 komentar: