** Jiwa Jiwa Damai
Mereka tenang menatap riak dari atas beranda kayu
Dari situ pula merenda cahaya hari hari di atas papan
bergeretak
Sekisah lagi di lubuk dengan tongkat berderit dirunut
Menata barisan duta-duta kerajaan air
Menempanya, memberi wajah baru
Sekisah dari mereka yang menenun awan
Mengandalkan kemurahan hati dari kehendak rakus
Ketika tiba saatnya
Lagi
Salam perpisahan bisu diucap
Salam perjumpaan juga dilontar
Semusim mereka akrab
Satu musim lain melambaikan tangan
Lubuk sutradra mereka
Memainkan kisah bersamanya
Membuatnya sejengkal dirasa depa
Saling mempaut nurani
Tak lepaskan sulam batin
Tak kendor rajut kasih
Memisah paksa mereka, jadi satu kejahatan perang
(basokt2017)


