Monday, March 30, 2020

Laki-laki Mengusir Kemam

Laki-laki itu mengatur telapak mendekat
Langkah kecil cepat, diam sesaat
Laki-laki itu lalu berbalik seakan menghapus jejak kaki
Menjauh, sekonyong-konyong melompat berbalik lagi

Gumam tak bertegur sapa bersama bibir, meluncur
Bunyinyapun ditekan sengaja
Laki-laki tak berani menantang pandang mata
Ia rebah dipangkuan dengan berkumur gumam

Matahari kali lain kembali menatap mengawasi
Laki-laki itu lari kecil mengguncang lemak pinggang
Ditemani gemam lagi yang tak akrab dengan bibir
Mata ini hanya dipasang tajam, mengawasi senyumnya yang ditekuk malu

Satu kali, laki-laki memupuk nyali mengusir kemam
Ia bertutur mesra pada pundak ini yang telanjang
Merangkul lembut sisi punggung hingga telinga menangkap jelas
Ia buang gentar dan malu dengan tekad bulat

Ah.. Tuhan...terimakasih

Lelakiku...
Rinduku pada manjamu yang lama hilang
Tiada berani menghampiri karena lakon yang kau hadapi

Lelakiku...
Surat ini kutulis saat lewat tiga musim kau disebut balita
Izinkan kusampaikan maaf atas hari-hari keras padamu

(Bas29Mar20)

Thursday, March 26, 2020

Di Situ Bisikan Lirik



Mangkok seng garpu tiga
Kau tertawa lebar pada langit miskin bintang
Usai peran sejentikan perdu putri malu
Melumuri kau titipan harapan bekal hati
Menyisakan jejak gampang dikenal

Tarian hari itu semata membeda rasa
Pekik tertahan merobek malam sebelum kau berlomba-lomba dikais
Memberimu tanda dari sisa yang berbekas
Pengganti lambang bintang jasa pada tubuhmu

Mata-mata sayu memancar isyarat puas
Mengirim pesan untuk tempat berlabuh esok hari
Mendung bisa disisih dengan memilih hentakan nafas
Jadi, mungkin mereka bunyikan terompet yang sama
Bisa juga melagukan syair berisi kenangan

Hari itu...
Mereka memanggul tambahan beban lagi
Kemudian...
Sejenak diletakkan berdamai dengan lelah
Pula...
Membiarkan bumi mendengar degup
Dan...
Berharap ia mau menyampaikan bisikan lirik
Di situ...
Mangkok seng garpu tiga


(Bas26Mar20)

Wednesday, March 18, 2020

Romansa Pemabuk di Hari Itu

Berkata pagi, pada sapa kota pasir putih
Selembar catatan diawali riak gerak berat kaki
Melempar dan mengasal kata berlantun
Di situ mendapati garis merah tertumpuk pada ufuk timur arah mata angin

Ramah membantu alur cerita dari prolog tak bermakna
Menjaga dialog untuk karisma yang asalnya dari entah
Garis - garis terbang liar dari tempatnya dilepaskan
Tidak cukup kuat menutupi bias garis merah

Kata-kata mati terputus disumbat gelagat
Memilih bertingkah didampingi decak halus
Sementara menutup senyum dan mengukirnya pada bola mata
Sinopsis gelap kasta berbeda berjalan

Fragmen hulu pesisir mencipta episode awal
Satu dongeng tak ditutur mengulang berani
Santun didera cambuk gila

Menikmati sesat sesaat
Sesat sesaat
Sesat
Keranjingan
Keranjingan sumbang
Melepaskan keranjingan sumbang

Liar berlari menunggangi dahsyat
Sadar hanya kosa kata pada kamus kata dan laku
Hiruk pikuk dijadikan penutup
Senyum menerabas garis merah
Menjadikannya ikat kepala bertuliskan persetan

Garis merah siap ada
Sempat tersenggol enggan meluntur
Setia menunggu pergolakan
Tahu di seberang berdiri di mercu suar menitip awas
Menunggu kemudian melangkah mengatup nurani
Ditemani deru meniti debu garis-garis sendiri

Warna pagi
Datang lagi
Di tanah tinggi
Mengulang pagi
Bergelagat lagi
Menggila tinggi

Secatatan diterbangkan merpati berkalung selendang merah
Gentar tersibak kepak ribuan
Garis memilih melebar, terpasang melintang pandang, disisihkan
Hendak menjadikannya titianpun muka berpaling

Rela melayang membumbung tanpa dahan pijakan
Menggantung harap pada rindu yang diinginkan
Bersisian pemberhentian di tepi perigi epilog
Tak berkata cukup, tak pula menitikkan usai

Selarik garis terentang tak berdengung
Legatonya tergantung sunyi sehening stakato

(BasMar2020)

Thursday, March 12, 2020

Lagu Tidur Untukku


Tahukah engkau lagu tidurku itu darimu
Sejenak aku mendengar, melarung raga lalu melompati lirikan pagi
Lagu tidurku lagu sederhana ragam syair
Narasinya pendek sesingkat bunyi kelapa tua yang gugur
Engkau nyanyikan di ujung tidur supaya panjang lelap lagi
Usir kantuk dari lambannya mengatup kelopak pulas

Lagu tidurku rindu lagu menenangkan hati
Lagu tidurku buat mengusir tanya dimana suara
Mencari kemana para pemiliknya mengisi pagi
Karena cairnya menggenangi ruang datangnya matahari 
Yakin hari itu tak ada kaca kaca sudut mata

Tahukah engkau senyap itu bukan lagu
Dia lebih rajin menganyam kesunyian

Sunyi itu hanya untuk telinga bukan hati
Hati yang ditaburi madu pada selang hari menuai ramai

Untukku bernyanyilah bersama tawa
Pulas mataku mengayun bait bersajak pendek
Lagukanlah damai tenang
Sekali menghentak tak mengapa
Ingin juga santapan aneka
Membawa layar tak mengibar buang sauh jauh

(12Mar2020)