Laki-laki itu mengatur telapak mendekat
Langkah kecil cepat, diam sesaat
Laki-laki itu lalu berbalik seakan menghapus jejak kaki
Menjauh, sekonyong-konyong melompat berbalik lagi
Gumam tak bertegur sapa bersama bibir, meluncur
Bunyinyapun ditekan sengaja
Laki-laki tak berani menantang pandang mata
Ia rebah dipangkuan dengan berkumur gumam
Matahari kali lain kembali menatap mengawasi
Laki-laki itu lari kecil mengguncang lemak pinggang
Ditemani gemam lagi yang tak akrab dengan bibir
Mata ini hanya dipasang tajam, mengawasi senyumnya yang ditekuk
malu
Satu kali, laki-laki memupuk nyali mengusir kemam
Ia bertutur mesra pada pundak ini yang telanjang
Merangkul lembut sisi punggung hingga telinga menangkap
jelas
Ia buang gentar dan malu dengan tekad bulat
Ah.. Tuhan...terimakasih
Lelakiku...
Rinduku pada manjamu yang lama hilang
Tiada berani menghampiri karena lakon yang kau hadapi
Lelakiku...
Surat
ini kutulis saat lewat tiga musim kau disebut balita
Izinkan kusampaikan maaf atas hari-hari keras padamu
(Bas29Mar20)


