Monday, July 27, 2015

Salju Desember Kincir Angin

Gerakmu sesunyi hening air tak beriak
Membatu akibat terpaan badai lalu
Salju desember itu tak sama tahunan sebelumnya
Turun, terus menetap menyimpan tapak

Angin tak sapa kincir memutar pelan
Angin adanya menjahit kulit dari empat lapisan wol
Begitu pula bibir-bibir para asal kebanyakan

Kaumku, aku melihat menyambungmu
Mereka memegah kota dari sedikit jasa ibu
Sedikit hanyalah pembilang
Dari lebihnya mengisi perut mereka
Beginilah harusnya kita jika membuang dungu
Sama menderajat, mungkin melebih lagi
Tak harapan gerak dari angin memutar kincir

(Amsterdam, 2010)

0 komentar: