Kuda meringkik pelan dalam senyum para penunggang
Kuda menapak pelan dituntunan tangan para penunggang
Kuda dipasang di muka, membantu perang
Kuda dipasang di muka, dengan penunggang yang memimpin
laskar dan panglima
Perang memanas dikala laskar dari tanah seberang mencoba
keberuntungan
Perang itu, perang antara para dewa, mempertahankan tahta
Perang itu, perang antara para dewa, menguji ilmu
Perang itu, perang antara para dewa, mencari umat
Perang itu, perang antara para dewa, melebar kekuasaan
Perang itu, perang antara para dewa, yang memberi berkat
pada kami laskarnya
Aku penunggang muda dengan kuda yang membuatku nyaman
Aku penunggang muda dengan pundi perak para dewa yang
melebar senyum
Aku penunggang muda dengan dada membusung bangga atas
puja-puja
Aku penunggang muda dengan jamuan setara dengan para dewa
Aku penunggang muda dengan selaksa harap para dewa
Aku penunggang muda dengan gundah atas titah perang para
dewa
Aku penunggang muda dengan tertawaan hati
Aku penunggang muda dengan melampaui panglima yang sarat
darah perang
Ya..panglima belum lama kusandang
Ya..panglima yang kusandang belumlah sarat darah perang
Ya..panglima yang diraih karena tak ada lagi yang lain
Ya..panglima yang dipanggul hanya karena kebiasaan
Awal musim itu, aku prajurit perang, dengan perang terbuka
Tengah musim itu, aku jadi panglima, dengan sedikit bekal
laskar
Akhir musim itu, aku jadi penunggang kuda, memimpin panglima
dan laskar
Sebuah musim dengan titah para dewa akibat serangan laskar
tanah seberang
Terima kasih laskar tanah seberang
Terima kasih musuh para dewaku
Adamu buat adaku dititah para dewa
Adamu buat adaku ditambah pundi
Tapi sesungguhnya hai laskar tanah seberang
Kita adalah laskar biasa
Memainkan perangnya para dewa
Yang membakali ku kuda
Menjadikanku laskar penunggang kuda



0 komentar:
Post a Comment