Saturday, July 25, 2015

Nahkoda Penunggang Kuda (Episode 5)

Mata putri malam menjingga dari putih setengah di separoh keriuhan tersisa
Tak sampai tengah malam, terkatup sepalingan kepala

Tak sempat  nahkoda penunggang kuda menikmati mesranya tatap putri malam
Deretan pembilang hitung
Mencipta banjir hidung
Tiada peka pada malam kidung
Antar nahkoda di pintu bingung

Ooo...malam pantai tak debur ombak
Nahkoda habis akal melontar tombak
Bukan karena dibekal legiun untuk merompak
Tapi belum terasah pada perang tak berotak

Nahkoda mau maju perang
Tak lagi sambil menunggang kuda
Tapi ragu apakah laut medannya
Atau mungkin juga takut pada yang tak patut

(Manado, 2011)

0 komentar: