Aku adalah laskar penunggang kuda
Dari atas kudaku, para dewa masih bisa kulawan ketika tak
sepaham diriku
Meski secara sadar, aku tetap membutuhkan berkat dan rahmat
mereka
Aku adalah laskar penuggang kuda
Perang darat demi perang darat mampu kulalui
Memang bukan hanya aku sendiri, ada tiga lainnya dalam
laskar yang memegang persenjataan khas masing-masing
Aku adalah laskar penunggang kuda dengan bekal sejumlah
panglima yang sarat pengalaman
Setidaknya mereka berpengalaman di medan perang, jauh
sebelum aku bergabung dalam laskar
Aku adalah satu diantara laskar kuda
Junjunganku seorang jendral perang yang mumpuni
Aku adalah laskar penunggang kuda
Bermedan darat yang perangnya cukup nyaman
Hingga sampai pada penghujung satu musim, sebuah perang laut
harus kutempuh
Perang laut menanti, begitu pula perang darat
Maka
Aku menjadi nahkoda yang tetap menunggang kuda
Para dewa menitah sabda yang kusanggupi
Alasannya, perang laut butuh nahkoda
Nahkoda lama mereka copot dan tempatkan di perang udara
Parahnya, para dewa menitah sabda juga lewat daun lontar
Sesuatu yang tak kuinginkan tertulis
Mauku, biarkan saja hanya berupa titah yang keluar dari
bibir
Aku adalah laskar penunggang kuda
Yang masih bisa melawan para dewa
Aku adalah laskar penunggang kuda
Yang juga menjadi nahkoda di perang laut
Dan disitulah aku tak bisa melawan dewa
Tapi anehnya, para dewa pun tak bersikeras padaku di perang
laut
Apakah karena para dewa tak menurunkan berkatnya padaku
untuk perang laut
Setidaknya, itu pun menjadi senjata bagiku bagi para dewa
ketika mereka bersikeras
Aku adalah nahkoda satu bahtera
Perangku adalah perang laut
Aku adalah laskar penunggang kuda
Perangku adalah perang darat
Dua perang kulakoni
Jadilah aku
Nahkoda Penunggang Kuda



0 komentar:
Post a Comment