Pak Tua, kutitipkan anakku di kakimu tanpa bekal sedikitpun
Hanya di ujung kakimu saja agar ia tak mengganggu dewasa-dewasa lain
Pak Tua, kupercayakan anakku padamu dengan penanda kalung tali bermata alumunium
Ada namaku di situ agar kutahu anakku kelak ketika ia dewasa
Pak Tuan jangan beritahu dia siapa orang tuanya
Meski dia bertanya nama siapa yang ada di kalungnya
Biarlah suatu saat kala aku menjenguk engkau, kusapa dia dengan suaraku
Biarlah suatu ketika kudatangi engkau, kupeluk dia dan kupanggil dia anak
Atau Pak Tua
Biarlah aku tertegun takjub melihat ia berdiri tegap menjaga engkau yang dianggap ayahnya
Aku takkan iri pak tua
Jagalah anakku pak tua
Kuserahkan nasibnya padamu
Karena aku pun tak yakin benar apakah kumencintanya sepenuh hati
Jangan pula merasa bersalah pak tua
Ketika suatu saat tak kutemukan anakku di kakimu
Tak perlu meminta maaf pak tua
Jika kutemui dia sudah lama tak menghirup udara segar, menyusul sejawatnya yang telah lebih dulu melepas nyawa
Jika dia memang harus lebih awal mendahului aku menghadap sang khalik, izinkan aku mengusap kakimu pak tua
Sebagai maafku atas anakku dan dirimu
Karena sesungguhnyan akupun tak yakin menyayanginya
Jikapun kau bersedia, kuharap kalung pemberianku pada anakku tetap ada
Akan kupakaikan pada anak-anak lain agar aku tekenang padanya
Pak Tua, kupercayakan anakku padamu dengan penanda kalung tali bermata alumunium
Ada namaku di situ agar kutahu anakku kelak ketika ia dewasa
Pak Tuan jangan beritahu dia siapa orang tuanya
Meski dia bertanya nama siapa yang ada di kalungnya
Biarlah suatu saat kala aku menjenguk engkau, kusapa dia dengan suaraku
Biarlah suatu ketika kudatangi engkau, kupeluk dia dan kupanggil dia anak
Atau Pak Tua
Biarlah aku tertegun takjub melihat ia berdiri tegap menjaga engkau yang dianggap ayahnya
Aku takkan iri pak tua
Jagalah anakku pak tua
Kuserahkan nasibnya padamu
Karena aku pun tak yakin benar apakah kumencintanya sepenuh hati
Jangan pula merasa bersalah pak tua
Ketika suatu saat tak kutemukan anakku di kakimu
Tak perlu meminta maaf pak tua
Jika kutemui dia sudah lama tak menghirup udara segar, menyusul sejawatnya yang telah lebih dulu melepas nyawa
Jika dia memang harus lebih awal mendahului aku menghadap sang khalik, izinkan aku mengusap kakimu pak tua
Sebagai maafku atas anakku dan dirimu
Karena sesungguhnyan akupun tak yakin menyayanginya
Jikapun kau bersedia, kuharap kalung pemberianku pada anakku tetap ada
Akan kupakaikan pada anak-anak lain agar aku tekenang padanya



0 komentar:
Post a Comment