Monday, July 27, 2015

Seratus Nyawa Anakku

Anak-anakku
Pertiwi menanti gemulai gerakmu ketika kau menancap kaki kokoh
Anak-anakku
Tak mudah menerjang alam dari tempatmu berasal
Anak-anakku
Barisan yang kubuat akan menopang kekuatan kalian

Seratus nyawa anak-anakku kupertaruhkan di bumi asing
Belum cukup usia untuk kulepas berperang sendiri
Menantang kadar menggelegak nafas
Merentang tubuh di panas merajam kulit
Menjejak kaki pada selimut rapuh

Seratus nyawa berperang berbekal ilmu dangkal
Menyeruak rimbunan keinginan yang lebih dahulu ada
Disitulah lindungannya menyabung nyawa
Seratus nyawa jadi lentera pembuka
Seratus nyawa bakal jadi benteng terdepan
Menemukan jalan bagi seratus nyawa berikutnya
Nyawa dari anak-anakku yang suatu saat kupanggil kembali

0 komentar: