Coba kau buka mata
Bukan kami mengorek lubang
Tak pula mengais ketenaran
Hanya mau berkata, terjagalah, pemetik tenang itu menunggu waktu
Benarkah tenang itu manisnya buah
Di tanahmu kau tahu, belalang terus saja ada
Tapi tak anggap mengancam wangi ranum
Di tanahmu kau tahu, belalang terus saja ada
Tapi tak anggap mengancam wangi ranum
Suara kami mungkin keras bagi telinga lembutmu
Hingga mencetus kami perusak damai lelapmu
Bukan kami mengorek lubang
Tak pula mengais ketenaran
Hanya mau berkata, terjagalah, pemetik tenang itu menunggu waktu



0 komentar:
Post a Comment