Saturday, August 15, 2015

Petuah

Sekumpulan pemuka melafal mantera
Kitab yang ditenteng, penderet rumusan angka ramalan
Selebihnya, mereka telah menyimpannya di luar kepala

 Mantera-mantera itu sepertinya tak asing dan  lama telah kudengar
Urutannya berbeda membuatnya ada terasa baru didapat
Pembedanya rumusan ramalan dan kalimat-kalimat indah lainnya

Para pemuka melafal mantera yang disusun dari kelihaian otak di balik altar
Entah benarkah menjiwai mantera itu, karena pemuka berkulit bersih
Pernahkah mereka mengulur tangan langsung mengurapi

Aku hanya berharap
Sebelum para pemuka melontar mantera
Mereka menjiwai apa yang mereka lontarkan
Agar tak jadi sebatas petuah yang habis ketika pesanan pengobatan tak lagi ada

  

0 komentar: