Sekumpulan pemuka melafal mantera
Kitab yang ditenteng, penderet rumusan angka
ramalan
Selebihnya, mereka telah menyimpannya di luar
kepala
Mantera-mantera itu sepertinya tak asing dan lama telah kudengar
Urutannya berbeda membuatnya ada terasa baru
didapat
Pembedanya rumusan ramalan dan kalimat-kalimat
indah lainnya
Para pemuka melafal mantera yang disusun dari
kelihaian otak di balik altar
Entah benarkah menjiwai mantera itu, karena
pemuka berkulit bersih
Pernahkah mereka mengulur tangan langsung
mengurapi
Aku hanya berharap
Sebelum para pemuka melontar mantera
Mereka menjiwai apa yang mereka lontarkan
Agar tak jadi sebatas petuah yang habis ketika
pesanan pengobatan tak lagi ada



0 komentar:
Post a Comment