Tuesday, February 23, 2021

GELEGAR YANG SUNYI

Kau melangkah tanpa sempat aku membuat tata bunyi
Surat buat kudengarkan untukmu itu, hanya kupajang pada alamat yang Tukang Pos pun mengkerut kening
Sambil otaknya berbunyi,"mungkin dia sedang mencoba gila"

Coretan yang awalnya di kertas bekas itu cuma pindah-pindah
Meja tangan
Meja lantai
Meja kursi
Meja meja
Sambil aku menitip antara semu harap dan tidak, ia terlihat
Lalu memanen kata
Hebat
Mantap
Bravo dan sodara-sodaranya yang lain

Kau pergi jauh di sana
Telah kau tinggalkan panggung tempatmu
Kau turun dari pentas usai lakon dari pertunjukkan itu
Gelegar yang sunyi mengalun
Sedang di sini
Belum lagi niatku tercapai padamu

Hei, maaf
Gelegarmu adalah satu buah tentang rindu
Pekikmu adalah satu buah tentang kasih
Suaramu adalah satu buah tentang pesan

Aku satu dari sekian terbentuk olehmu
Diri miliki hati di situ, karena olahmu  
Seperti kerikil kusam ditawari arti dari adanya
Meski karang cadas berseliweran membelah angin
Kau di sana berdiri gagah, menunggu

Tapi
Satu lagi maaf
Suara - suara di kepala itu menahan hembusan niat
Mengubahnya jadi angin bimbang  
Aku cuma duduk saja
Cuma duduk 



(17/10/20--23/2/21)

0 komentar: