Tuesday, October 06, 2020

Bung

Bung
Aku mau teriak lagi
Seperti yang kau ajarkan

Bung
Matahari berubah warna lagi, hari itu
Kemarin dan esok seperti itu ia pergi untuk mengulang datang
Menunggu hentak nafasmu, mengantarnya pergi

Hari itu
Sebelum ia benar lalu
Gelegarmu merayap dinding
Ia menitipkan pesan
Gelegarmu menyapu lantai
Ia mengikat gurat gurat hidup
Gelegarmu mengusir segala debu
Bahkan berkawan nafas, bagai menggeser karang
Gelegarmu menggergaji jiwa
Disitu
Tak pernah kubagi tanya apa inginmu

Bung...
Aku mau teriak lagi
Ya, hari ini,
Hari
Ini
Sama seperti teriakmu yang kutoreh dulu
Kujadikan pekikku yang gaungnya kaleng rombeng

Yooo...
Lehermu menegang urat, memanggil ajak
Bau tembakau kretek menyertai, mendampingi kepul
Anak manusia pun berlaku gontai
Seph...seph..seph..
Kaki kaki mereka menyeret alas seakan enggan
Kuku jaripun kau adu gigi

Yo yo yo
Teriakmu mengantar jiwa jiwa menemukan sarang
Sebelum hentakan hentakan nafas itu dibagi bagi
Kau bakar di sana
Meraut sisa sisa semangat yang ditampung dari lelah harian

Bung
Seperti yang kau ajarkan
Wahai itu wahai
Darah itu darah
Mati itu mati
Hadirkan itu kalau meminta misteri
Karna mereka juga melekat nyawa
Tak pernah kau ajar berkata cinta
Tapi kau hadirkan

Bung
Aku masih di sini, Bung
Begini

Bung
Aku mau teriak lagi
Seperti yang kau ajarkan

(6/10/2020)

0 komentar: