Saturday, October 15, 2016

Mengapa

Kawan layang
Lama ingin kumau jawab tanyamu tapi hanya buatku tunduk tengadah nanar
Jawaban untukku sendiri, supaya aku bisa menunjuk batu pijak untuk jari tanganku menari

Iya ya...
Hanya itu
Iya hanya itu saja jawabku dalam hati

Jariku lebih banyak menarikan abu-abu
Ada pun yang lain, hanya jadi bunga bunga trotoar yang hadir kasar dan kusam
Suram katamu

Batu pijakku tidaklah suram
Tapi mengapa hadir
Pada jari menari
Pada nada yang mengetuk serampangan

Kawan layang
Aku sadar disitu
Kesan itu yang kuat untuk mengalir
Entah karena hulunya kusam hingga akhirnya hilirpun suram

Kawan layang, kuserahkan pundi hati karena hanya itu yang bisa kuberikan atas tanyamu

°°°°°°°°°°°°

0 komentar: