Sunday, July 31, 2016

Batas

Wahai angin ....
Ketika itu, kini dan mungkin saja nanti

Kau yang menjamah rumput
Kau yang meraba pohon
Kau yang menerpa batu
Kau yang merangkul hangat tubuh-tubuh

Jamahmu lembut
Rabamu pelan
Terpamu lemah
Rangkulmu menjadi detak

Wahai angin ....
Ketika itu, kini dan mungkin saja nanti

Kau menggenggam pengusik aroma
Kau bawa menembus tirai hati
Kau antar pada altar jiwa
Kau biarkan menjejak nafas

Aku tak kuasa menepismu angin
Aku tak mampu melenyapkan binar
Aku ingin lebih banyak waktu dalam sehari

Hanya sekadar seperti ketika itu, kini dan mungkin saja nanti

-

_____________
Bas
--------------------

0 komentar: