Wahai angin ....
Ketika itu, kini dan mungkin saja nanti
Kau yang menjamah rumput
Kau yang meraba pohon
Kau yang menerpa batu
Kau yang merangkul hangat tubuh-tubuh
Jamahmu lembut
Rabamu pelan
Terpamu lemah
Rangkulmu menjadi detak
Wahai angin ....
Ketika itu, kini dan mungkin saja nanti
Kau menggenggam pengusik aroma
Kau bawa menembus tirai hati
Kau antar pada altar jiwa
Kau biarkan menjejak nafas
Aku tak kuasa menepismu angin
Aku tak mampu melenyapkan binar
Aku ingin lebih banyak waktu dalam sehari
Hanya sekadar seperti ketika itu, kini dan mungkin saja nanti
-
_____________
Bas
--------------------
Sunday, July 31, 2016
Batas
Diposting oleh bas andreas di 12:21 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 komentar:
Post a Comment