Apakah yang salah dari sebuah nama yang dibelakangnya “us”..? Dia hanyalah pengidentitas yang mengarah pada satu pemeluk keyakinan. Tetapi cobalah perhatikan, tidak hanya satu keyakinan itu saja yang kebanyakan memakai “us” . Ada pula keyakinan lain yang tertera “us” sebagai satu kesatuan sebuah pengidentitas mereka.
Nama depan sekaligus nama baptisku : Basilius.
Ada “us” dibelakangnya.
Bagi sebagian besar orang, sudah dapat menebak keyakinan apa yang dianut olehku. Lantas…bagaimana jika pengidentitas itu diubah : Basilianto? Atau Basiliudin? Atau Basiliandi ? atau Basiliawan ?
Atau sebaliknya. Bagaimana jika pengidentitas itu menjadi Soesilus, Soehartus, Soekarnus?
Tak bisalah jika penyandang “us” yang engkau rujuk pada satu keyakinan itu digeneralisasi hanya karena sebuah kebijakan, sebuah kepentingan, sebuah keputusan, sebuah apapun namanya dari seseorang.
Jikalau engkau mengkritik langkah seseorang itu, janganlah diseret seluruh nama yang dibelakangnya terdapat “us”. Sadarlah, bahwa namamu pun sendiri memiliki ciri khas. Tak hanya merujuk pada keyakinan tertentu, tapi pada masyarakat mana dirimu berasal.
Cobalah hitung, seberapa banyak nama dirimu yang nyaris seragam dengan beberapa orang lainnya, yang mampu membawa negeri ini pada kondisi yang lebih baik.
Tak usahlah berbicara negara. Cukup pada lingkup provinsi atau kabupaten/kota saja.
Jika seseorang yang engkau kritik itu lebih banyak membawa “us..us..us..” lainnya dalam sebuah langkahnya, biarkanlah. Toh itu hanya hasil dari sebuah “panggung”. Aneh jika dirimu tak paham soal itu karena engkau berada di “panggung” yang sama.
Tak pantaslah kritik seperti itu keluar dari mulutmu. Mulut yang memang terlihat tak enak untuk dipandang olehku. Mengutip sinisme anak muda,: “Ngaca dulu dong” , tampaknya mau tak mau harus kusampaikan itu padamu.
Yah, mungkin itu merupakan kritik membangun darimu. Tapi sekali lagi, janganlah perkataan seperti itu keluar dari mulutmu yang tak indah menurutku. Itu membuat pintar otakmu tapi terlihat bodoh olehku.
Sunday, May 29, 2011
….us…us….us
Diposting oleh bas andreas di 8:11 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



3 komentar:
tak ingin mengkritik ataupun menggeneralisasi.. hanya merasa tertarik dengan nama itu, aku berfikir tentang basilika ketika melihat nama itu, hm,,,, tentulah tidak dinamakan basilika, sebab dia bukan bangunan, yang didiami oleh orang orang yang kita anggap sudi, dia adalah satu pribadi..aku selalu berpendapat bahwa nama adalah ibarat bagian depan suatu rumah, jadi dia mewakili seluruhnya, dan berikut kata yang mengikut dibelakangnya andreas mungkin ada roh seperti santo andreas menempati rumah itu hehehe ...
salam kenal..
anne
salam kenal juga anne...trims uda hadir di lamanku...hehehe
blognya keren.
poto dan puisinya juga... kesanya agak murung ya? (sebagian..)
Post a Comment