Saturday, June 10, 2006

Menjamah Kelam Terdalam


Larut malam menjamah kelam terdalam
Ijakan kaki masih menjadi maya dan tak berletak
Nafas belum melega sesaat dimulai
Amin…begitu penutup doa saat usai diterbangkan

Jamahan tangan terulur menyambut balik
Untaian kata tak lagi diguna sebagai penarik
Lantunan puja rayu tak terlontar untuk pemicu
Ikatan teranyam oleh waktu yang berjalan
Nanti...
Akan terbuktikan jawaban dari keinginan

0 komentar: